Bertemu dengan Bpk Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA

Hallo semuaa…
Ketemu lagi nih sama fanni . Pada cermi kali ini saya akan menceritakan tentang Bertemu Dengan Bpk Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA

Hari senin tanggal 2 November 2015 jam 11.00 siang saya ditemani Kak Indri Handayani pergi ke ruangannya Bpk Djoko untuk membicarakan perihal CORIS .

Dari hasil pertemuan yang dilakukan tadi saya mendapatkan beberapa penjelasan :

Awal berdirinya CORIS ?
Coris berdiri pada akhir 2013 . Pendirinya adalah Bpk Djoko Soetarno, STIKOM Bali, dan STMIK Potensi Utama Medan setelah itu bergabunglah STMIK AMIKOM Yogyakarta, STMIK Dipanegara Makassar, STMIK Tasikmalaya. CORIS adalah organisasi yang bersifat kekeluargaan . CORIS hanya menerima 1 Perguruan Tinggi disetiap Provinsi di Indonesia agar tidak terjadinya persaingan sesama provinsi. Tujuan utama CORIS ini adalah untuk menerbitkan jurnal nasional, kerjasama dibidang penelitian, dan bidang lainnya. 

Bagaimana Bapak mempromosikan CORIS dan merekrut anggota-anggota yanga da sekarang?
Mereka mengenal saya, berdiskusi dan memiliki tujuan yang sama dengan saya, kemudian, oleh karena itu mereka masuk CORIS. Selama ini saya tidak melakukan promosi Webnya pun belum ada . Karena ini hanya berbentuk kerjasama dan bersifat kekeluargaan dan tidak bersifat resmi.

Lalu apa saja syaratnya agar menjadi anggota dari CORIS ?

  1. Mau bergabung dan melakukan apa yang sudah dilakukan CORIS
    Awal ide dasarnya adalah jurnal tetapi sekarang berkembang menjadi kegiatan seminar bareng . Misalnya ada seminar di Jogja anggota CORIS lain wajib mengirimkan artikelnya . Namun untuk datangnya tergantung Perguruan Tinggi masing-masing karena tergantung biaya. Yang datang ke Seminar berapa itu juga terserah , tapi wajib daftar, dan juga wajib mengirim artikel sebanyak minimal 5 artikel.
  2. Format artikelnya juga harus mengikuti format dari CORIS bukan dari format masing-masing Perguruan Tinggi supaya nanti artikel yang dikirim ke anggota CORIS tidak berubah-ubah formatnya dan  memudahkan dalam barter artikel .
  3. Setelah menjadi anggota CORIS, masing-masing anggota CORIS wajib mengirimkan 2 atau 3 artikel perbulan  dan mengirimkan 5 artikel ke seminar terdekat.

Bagaimana cara daftar menjadi anggota CORIS ?

  1. Awal bisa mengirimkan 2-3 artikel ke sekretariat jurnal CORIS dimulai bulan ini, nanti sekretariatnya yang akan mendistribusikannya ke instansi-instansi anggota CORIS .
  2. Lalu ke seminarnya dulu yang di Jogja tanggal 6 dan 7 Februari  dan mengirimkan 5 artikel paling lambat mengirim sampai akhir November ini.  
  3. Tanda tangan MOU tangal 6 Februari dengan anggota CORIS yang lain. Pada tanggal 6 Februari yaitu sebelum seminar akan diadakan rapat anggota CORIS dan perwakilan pemimpin PerguruanTinggi Raharja harus hadir untuk tanda tangan MOU dengan anggota CORIS lainnya. 
  4. Format MOU nya sudah disediakan, jika sudah resmi menjadi anggota maka jurnal yang akan diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Raharja akan langsung bekerja sama dengan  IndoCEISS (Indonesian Computer, Electronics and Instrumentation Support Society) merupakan wadah bagi para ilmuwan, praktisi dan pendidik dan penggemar dalam bidang komputer, elektronika, instrumentasi yang menaruh minat untuk memajukan bidang tersebut di Indonesia.

Untuk tau contoh format CORIS itu dimana ?
bisa di liat di salah satu jurnal milik anggota CORIS misalnya di jurnal CITEC Amikom . Di CITEC sudah ada sistem online jurnal yaitu citec.amikom.ac.id. Anggota yang lain juga sudah mengikutin format CORIS semua. Umumnya masih bertema IT sementara nanti akan berkembang ke bidang lain karena anggota CORIS sudah ada yang menjadi universitas . Yang di Manado baru bergabung bulan Oktober lalu.

Kekurangan CCIT Journal Perguruan Tinggi Raharja?
Kurangnya itu karena jurnal ini bidang IT dan kebanyakan gambar dan flowchart tapi kalo udah di print di buku jadi tidak jelas karena terlalu kecil. Selanjutnya kelemahan CCIT juga karena belum menerapkan OJS (Open Journal System) sehingga akan mempersulit proses akreditasi journal, dan juga sekarang ini telah menjadi kewajiban dan persyaratan Dikti untuk jurnal harus berbasis OJS. 

Untuk tahun 2016 apakah ada seminar lagi ? dimana ? dan kapan ?
1. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA tanggal 6 dan 7 Februari 2016
2. STMIK DIPANEGARA MAKASSAR bulan Juli 2016
3. Seminar Internasional di Manado 

Lalu saya bertanya mengenai gambar yang saya temukan di google seperti gambar dibawah ini :

Dan ternyata CORIS sudah 1x membuat event Coris ICT Award 2014 yang diadakan di STIKOM Bali pada 7 November 2014 diikuti oleh anggota CORIS.

Dibawah ini adalah hasil foto bersama Bpk Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA

Ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengan  Bpk Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA . Ternyata beliau orangnya sangat baik . Jelas dalam memberikan info tentang CORIS . Setelah bertemu dengan beliau saya jadi nambah ilmu tentang jurnal nasional .

Sekian cermi saya kali ini . Ditunggu cermi-cermi saya selanjutnya .Kurang lebihnya mohon maaf .
Terimakasih 🙂

17 thoughts on “Bertemu dengan Bpk Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA

  1. Pengalaman yang menyenangkan sekali ya fanni bisa bertemu dan berbincang dengan beliau. Lintang juga baru lihat wajah beliau melalui foto di cermi ini.
    thanks for share fanni, good cermi 🙂

  2. Cermi Part.2nya lebih lengkap nih ditambah bisa langsung bertemu dengan Pak Djoko selaku pendirinya.
    Good Cermi Fanni, ohiya tapi kata” pertanyaannya ada yg Typo sedikit tuh yah hehe 😀

Leave a Reply