Standar Operasional Prosedur (SOP)

SOP atau Standar Operasional Prosedur adalah suatu dokumen yang berisikan prosedur kerja yang harus dilakukan secara kronologis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dengan hasil yang optimal. Tentunya setiap perusahaan atau instansi pasti memiliki SOP yang berbeda-beda, oleh karena itulah Fit merangkum SOP yang terdapat di dalam folder RDrive yang sudah diberikan sebelumnya untuk mempermudah mengambil intisari di dalamnya…

1. Standar Operasional Prosedur Penanganan E-Learning Dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Menurut artikel Standar Operasional Prosedur Penanganan E-Learning Dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta, SOP yang digunakan sebagai bahan pembelajaran E-Learning adalah Sistem dan Aplikasi Learning Management System (LMS) sebagai system yang mengatur dan mendokumentasikan jalannya perkuliahan berbasis e-Learning. Dengan 5 (Lima) Prosedur yang telah disepakati sebagai berikut:

  1. Dosen yang telah terdaftar sebagai user di system elearning melakukan login dengan memasukkan user dan password yang telah ditentukan.
  2. Pilih prodi dan mata kuliah yang telah di elearningkan tentukan juga kelas yang mengikuti elearning.
  3. Masukkan materi dan tugas kuliah tentukan pula batas download materi untuk mahasiswa.
  4. Cek materi dengan cara mendownloadnya
  5. Log out untuk mengakhiri elearning.

2. Kebijakan Pendidikan di Indonesia dan E-Learning Jarak Jauh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2016

Menurut Kebijakan Pendidikan di Indonesia dan E-Learning Jarak Jauh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2016 mengatakan bahwa Pendidikan Jarak Jauh berevolusi dari bentuk pendidikan koresponden sampai pendidikan melalui e- learning lintas ruang dan waktu. Peraturan yang melandasi tentang pendidikan jarak jauh terdapat pada UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi Bagian Ketujuh tentang Pendidikan Jarak Jauh Pasal 31

  • Prinsip 1: Pendidikan Terbuka
    Setiap individu memiliki kesempatan belajar tanpa hambatan apapun (Bates, 1995)
    Implementasi praktisnya: siapapun bisa mendaftar menjadi mahasiswa kapanpun, bebas mengambil mata kuliah, bebas menyelesaikan pendidikannya tanpa batas waktu
  • Prinsip 2: Pendidikan Jarak Jauh
    1. adanya keterpisahan antara pendidik dan peserta didik lintas ruang dan waktu sehingga lebih menekankan pada belajar secara mandiri
    2. InteraksipembelajaranberbasisTIK menggunakan berbagai sumber belajar TIK dan media lain
    3. Diorganisasikan secara sistematis dalam satu organisasi sesuai aturan yang berlaku
    4. dimungkinkanadanyatatapmuka secara terbatas
    Implikasi praktis:
    • Memiliki jangkauan yang luas lintas ruang dan waktu
    • Menyediakan keluwesan belajar bagi peserta didik lintas ruang dan waktu.
    • Massal dan terorganisasi
    • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
  • Tujuan e-Learning di Indonesia adalah untuk Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi inovasi dan industri.
  • Fungsi dan Tujuan Pendidikan Jarak Jauh:
  1. Fungsi : memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler
    (UU SISDIKNAS Pasal 31 ayat (2))
  2. Tujuan : meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan
    (PP 17 Pasal 118 ayat (1)).
  • Evaluasi Belajar
  1. Minimal 2 kali persemester
  2. Dilaksanakan secara tatap muka (offline), atau
  3. Memanfaatkan TIK dengan pengawasan
  4. Tanda lulus dikeluarkan oleh PT penyelenggara
  • PERSYARATAN PENYELENGGARAAN PJJ
  1. memiliki dan mengembangkan sistem pengelolaan dan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi
  2. memiliki sumber daya atau akses terhadap sumber daya untuk menyelenggarakan interaksi pembelajaran antara tenaga pendidik dengan peserta didik secara intensif
  3. mempunyai sumber daya praktik dan/atau praktikum atau akses bagi peserta didik untuk melaksanakan praktik dan/atau praktikum
  4. mempunyai fasilitas pemantapan pengalaman lapangan atau akses bagi peserta didik untuk melaksanakan pemantapan pengalaman lapangan
  5. mempunyai USBJJ yang bertujuan memberikan layanan teknis dan akademis secara intensif kepada peserta didik dan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran
  6. sumber daya atau akses terhadap sumber daya untuk melakukan evaluasi hasil belajar secara terprogram dan berkala paling sedikit 2 (dua) kali per semester
  7. mengembangkan sumber belajar terbuka berbasis teknologi informasi dan komunikasi sesuai standar nasional pendidikan tinggi

3. SOP E learning untuk dosen Prodi Kebidanan STIKES A YANI

Menurut SOP E learning untuk dosen Prodi Kebidanan STIKES A YANI, Standar Operasional Prosedur yang berlaku untuk dosen yang mengajar dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan FlowChart sebagai berikut:

4. SOP E learning buat siswa Prodi Kebidanan STIKES A YANI

Sedangkan SOP E-Learning yang berlaku untuk mahasiswa dalam menempuh Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menurut SOP E learning buat siswa Prodi Kebidanan STIKES A YANI adalah sebagai berikut:

Dapat dilihat FlowChart No. 3 dan No. 4 terdapat perbedaan antara dosen dan mahasiswa. Dosen yang menjadi admin dapat menambahkan user kedalam mata kuliah yang di ampuhnya serta menambahkan bahan ajar dan quiz yang akan diberikan kepada mahasiswa. Sedangkan mahasiswa hanya dapat mengunggah materi yang diberikan dan mengerjakan soal yang sudah diberikan sebelumnya oleh dosen.

5. Standard Operating Procedure (SOP) LAYANAN PEMBELAJARAN DARING UPT E-LEARNING ITB No.-/-/SOP/2016

Menurut Standard Operating Procedure (SOP) LAYANAN PEMBELAJARAN DARING UPT E-LEARNING ITB No.-/-/SOP/2016, tentang Standar Operasional Prosedur yang sedang berlaku dalam melakukan Pendidikan Jarak Jauh adalah sebagai berikut:

1.Blended learning dan kuliah online

  • Registrasi dan aktivasi akun kuliah blended learning dan kuliah online
  • Pelaksanaan kegiatan kuliah blended learning dan kuliah online

2. Training

  • Pelayanan training internal bagi dosen dan staff ITB : Training internal adalah training yang diperuntunkan bagi staff UKA / UKP maupun dosen untuk menjadi pengelola LMS (administrator) di masing-masing UKA / UKP di lingkungan institut teknologi bandung yang bertujuan untuk mengelola mata kuliah daring (course).
  • Pelayanan training eksternal bagi dosen dan staff non ITB: Training eksternal adalah training yang diberikan kepada masing-masing administrator maupun dosen terkait diluar perguruan tinggi nya, seperti program pelatihan pembelajaran daring yang diberikan langsung oleh Direktorat Jendral Pendidikan.

3. PDITT/ SPADA :

Merupakan pembelajaran daring Indonesia terbuka dan terpadu atau sistem pembelajaran dalam jaringan yang diperuntunkan bagi mahasiswa non ITB.

  • Penawaran pelaksanaan kuliah pada dosen pengampu
  • Penawaran pelaksanaan kuliah ke mitra
  • Registrasi mahasiswa peserta kulilah PDITT/ SPADA
  • Registrasi mitra peserta kuliah PDITT/ SPADA
  • Pengelolaan course PDITT/ SPADA
  • Pencetakan sertifikat nilai
  • Pelaporan nilai ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi

4. Kerjasama :

  • Penerimaan kunjungan dari mitra kerjasama
  • Pelaksanaan training kepada mitra kerjasama
  • Pelaksanaan kerjasama

Tujuan SOP yang berlaku di ITB ini adalah untuk mengatur mekanisme perkuliahan pembelajaran dalam jaringan yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITB, Non ITB, dan Umum.

Bagaimana? Cukup dimengerti dan dipahami bukan?

Dari rangkuman yang sudah Fit jabarkan diatas, Fit menarik kesimpulan bahwa SOP pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berlaku di setiap instansi tidak jauh berbeda. Tentunya, SOP tersebut harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku di Indonesia saat ini. Dan Fit juga menyarankan jika iLP Raharja mengambil referensi yang berlaku di STIKES A YANI yang terdapat pada nomor 3 dan 4.

Kenapa Fit mengambil referensi dari nomor 3 dan 4?

Karena, dari susunan SOP yang berlaku disana terlihat sangat jelas bahwasanya SOP untuk dosen dan mahasiswa tidak jauh berbeda dengan yang sedang berlaku di iLP saat ini. Khususnya dalam penggunaan software sebagai media pembelajaran tersebut. Selain itu, SOP tersebut juga dikatakan sangat mudah dilakukan karena dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi untuk berdiskusi tentang materi yang sedang diajarkan.

Sekiranya inilah yang dapat Fit rangkum tentang SOP yang berlaku di 5 (lima) artikel yang ada di RDrive tersebut. Kurang lebihnya dimaapin aja ya… Hehe^^ Makasih yang udah mau baca 🙂

3 thoughts on “Standar Operasional Prosedur (SOP)

  1. Overall udh merangkum secara keseluruhan referensi untuk SOP online learning yah, agree with KaInd nih harus ditambahkan kesimpulan dan kenapa memilih salah satu dari ke-4 referensi SOP di atas untuk diadopsi ke iLP ^^
    Semangat Fit.

  2. Fitra,
    Ditambahkan kesimpulan menurut pendapat kamu ya
    Yang isinya menurut kamu lebih baik kita susun iLP menggunakan referensi yang mana, dan alasannya kamu pilih referensi tersebut apa
    Coba dilakukan ya ^^

  3. Makasih Fitri infonya sangat bermanfaat dan penulisan yang Fitri buat juga menarik lebih bewarna jadi ngebaca nya nggak bosan dan puas dalam mengetahui informasi apa itu SOP (standar operasional prosedur). Lovelah Fitri🥰

Leave a Reply